Selasa, 23 Agustus 2016

Desainer Busana Yang masih Muda

Desainer Busana Yang masih Muda - Walaupun masih tergolong muda; Sarah Devina Susanto, Imme Kristiani, serta Hanifia Rahmadiani sudah membawa nama Indonesia ke kancah Asia.

Ketiganya dipilih asal 340 kompetitor yg bersaing buat merepresentasikan Indonesia pada Airasia Runway Ready Designer Search 2016 di Kuala Lumpur hari ini.

Di hari Kamis kemarin (18/8/2016),  menemui ketiga perancang pakaian belia berbakat tersebut di Pavilion, Kuala Lumpur, Malaysia buat mengenal langsung mereka lebih lanjut.

Sarah Devina Susanto

Sarah memang baru saja lulus berasal Raffles Institute serta masih berusia 18 tahun. Tapi, remaja ini telah menemukan gayanya sendiri menjadi seseorang perancang kostum, yaitu siluet sandang berbentuk A yang longgar.

Beliau menyebutkan, “aku  lebih suka  baju yg longgar. Karena, jenis pakaian ini lebih praktis digunakan oleh banyak orang walaupun menggunakan bentuk tubuh yang bhineka.”

lalu, Sarah pula menghindari tampilan yg hanya terdiri berasal satu pakaian saja. Beliau menginginkan pembeli pakaiannya buat bisa memadupadankan pakaian mereka.

Buat karya yang akan ditampilkan di kompetisi siang ini, Sarah akan mengusung bahan tradisional Indonesia dalam siluet terkini.

Hanifia Rahmadiani

Sebelum belajar pada Raffles Institute, Hanifia Rahmadiani telah menghasilkan pakaiannya sendiri menggunakan melihat bunda dan  neneknya yang pula hobi menjahit.

Dia menyebut Comme des Garcons dan  Rodarte menjadi perancang pakaian favoritnya dan  imbas keduanya terlihat berasal caranya mengartikan rancangan.

Bagi Hanifia, rancangan pakaian tidak hanya sekadar rancangan belaka tetapi pula filosofi dan  fundamental yg ada di baliknya.

Mirip karyanya yang akan ditunjukkan pada Airasia Runway Ready Designer Search 2016, Hanifia mengangkat Dewi Sri, dewi padi dan  sawah, sebagai inspirasinya.

Imme Kristiani

Sebelum mengenal istilah “perancang busana ”, Imme Kristiani telah memiliki cita-cita buat menciptakan pakaiannya sendiri.

Kini  , impiannya telah terkabul. Bahkan, Imme telah sebagai wakil Indonesia dalam kompetisi Airasia Runway Ready Designer yang juga diikuti oleh Thailand, Malaysia, Singapura serta Filipina.

Buat karyanya yang akan ditampilkan siang nanti, Imme yg lahir di Bali ini mengangkat upacara Melasti menjadi wangsit.

Lalu, sebagai perfeksionis, dia menghasilkan pakaiannya sendiri semenjak awal sampai akhir. “Lebih baik capek tenaga namun puas,” ujarnya.

2 komentar:

  1. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus
  2. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus